Label

Rabu, 14 Mei 2014

Jual Prusik, Gelorakan Semangat Penghijauan

Banyak cara memaknai Hari Bumi, mengangkat tema “Green Act For The Earth” Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Carmine Delta Adventurers Community (Cadas.Com) berinisiatif melakukan penanaman 100 pohon pada Minggu, (27/4) dilahan kritis kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Manggar, Jalan Soekarno Hatta, KM 15.

Selain diketahui di wilayah yang juga menjadi sumber pemenuhan air baku bagi masyarakat  Balikpapan, kawasan tersebut sengaja dipilih mengingat tingkat kekritisan lahannya yang cukup tinggi. Terkait  dengan ditetapkannya, Balikpapan sebagai wilayah administrasi dengan tingkat kekritisan lahan tertinggi di Kaltim.

Review dari BPDAS Mahakam Berau pada 2013 dengan menempatkan Balikpapan sebagai wilayah administrasi dengan persentase kekritisan lahan tertinggi.

Dari total 51.579,770 hektare, lahan kritis Kota Minyak mencapai 82,67 persen. Terbanyak kedua adalah Samarinda dengan 79,76 persen dari total 72.141,130 hektare lahan. Diikuti Paser dari total 1.023.350,224 hektare lahan, 70 persen mengalami kritis. Sementara kabupaten/kota lain tak sampai 70 persen dengan persentase terendah adalah Malinau, 18,43 persen lahan kritis dari total 4.014.595,148 hektare.

Diketahui DAS Manggar sendiri, masuk dalam prioritas I sebagai  kawasan yang ditetapkan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) dengan tingkat kekritisan tertinggi. Sebelumnya, untuk wilayah Kaltim sendiri yang terdiri dari 31 DAS dengan luas lebih 19,5 hektare. Terbagai dalam skala prioritas I, II dan II, khusus untuk  prioritas I terdapat DAS Manggar bersama Bontang, DAS Nunukan, Tarakan, Sangatta, Kendilo dan Mahakam.

Dan untuk penentuan kriteria DAS ditetapkan berdasar beberapa parameter. Diantaranya, kinerja DAS, penggunaan lahan, tata air atau hidrologi, hingga sosial ekonomi dan sebagainya

Dalam kegiatan tersebut, tak ketinggalan perwakilan dari beberapa organisasi intra, lembaga kampus maupun perangkat daerah setempat turut mengambil peran dalam penanaman kali ini.

“Setelah konsen kegiatan di internal kampus (Jumat Bersih), saya cukup salut dengan kreatifitas generasi-generasi muda Mapala Cadas.Com untuk menyiapkan acara ini, “ jelas Wakil ketua III STT Migas Balikpapan, Dr.Sutoyo, Si.,M.Si.

Sekedar diketahui, dalam pra kegiatan segenap kepanitian Green Act For The Earth melakukan pola pengumpulan dana dengan menjual souvenir dan gelang prusik di dalam kampus maupun di beberapa fasilitas umum di kota Balikpapan.

M. Tadi’in selaku Ketua RT 26 di desa setempat pun turut memberi respon yang cukup positif terhadap kegiatan ini. “Masyarakat disini sangat welcome dengan kedatangan para mahasiswa yang begitu peduli dengan lingkungan disini, saya berharap para teman-teman mahasiswa tak hanya sekali saja melakukan kegiatan seperti ini, namun dilakukan secara berkelanjutan” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, walaupun dibawah teriknya matahari dan lokasi penanaman yang begitu tandus, namun hal itu tak menyurutkan semangat para peserta kegiatan. Tak hanya itu, para peserta juga ditantang untuk melewati danau yang cukup luas dengan menggunakan perahu kecil untuk sampai ke lokasi penanaman.

Kegiatan tersebut berjalan lancar atas kerja keras para panitia dan bantuan para peserta saat kegiatan di lapangan. Diketahui kegiatan serupa pun pernah digelar oleh Mapala Cadas.Com bertemakan “Better Earth” pada 2011 silam.

Pasca penanaman, rangkaian kegiatan penghijauan ini akan terus berlanjut. Beberapa program perawatan sekaligus pemantauan secara rutin dan berkala guna memastikan keberlangsungan bibit-bibit yang ditanam pun telah disiapkan.

“Esensi dari penanaman itu sendiri ada pada pada pearwatan atau usai penanaman itu sendiri,” jelas Arham “Obor” Ketua Panitia Green Act For The Earth.

Memang dikeathui, kegiatan seperti ini hanyalah segelintir hal kecil namun berdampak sangat besar bagi bumi kita, karena setiap 1 pohon yang kita tanam sangatlah berguna untuk kehidupan manusia, jadi diharapkan untuk para pembaca, tanamkan budaya menanam dalam diri masing-masing, karena pohon yang kita tanam dapat berguna untuk anak dan cucu kita di masa kedepan nanti.

“Jika kamu menjaga bumi, maka bumi akan menjagamu juga”

Created : Luing
Edited  : Tirus (NTA.CC.05.11.043)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar