Label

Rabu, 14 Mei 2014

Jual Prusik, Gelorakan Semangat Penghijauan

Banyak cara memaknai Hari Bumi, mengangkat tema “Green Act For The Earth” Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Carmine Delta Adventurers Community (Cadas.Com) berinisiatif melakukan penanaman 100 pohon pada Minggu, (27/4) dilahan kritis kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Manggar, Jalan Soekarno Hatta, KM 15.

Selain diketahui di wilayah yang juga menjadi sumber pemenuhan air baku bagi masyarakat  Balikpapan, kawasan tersebut sengaja dipilih mengingat tingkat kekritisan lahannya yang cukup tinggi. Terkait  dengan ditetapkannya, Balikpapan sebagai wilayah administrasi dengan tingkat kekritisan lahan tertinggi di Kaltim.

Selasa, 13 Mei 2014

Deforestasi oleh Perusahaan Ancaman Nyata Bagi Lingkungan

Proses perluasan sebuah area industri selalu menjadi ancaman, begitu juga dengan penimbunan berujung penutupan beberapa aliran sungai,  ancaman terhadap keberadaan Hutan Mangrove Primer, biota laut hingga memberikan dampak ekologi bagi masyarakat sekitar.

Senin, 05 Mei 2014

Mati Suri

Pernahkah merasa begitu bangga saat menjadi mahasiswa
pernahkah merasa begitu hebat kala sudah dikenal sebagai mahasiswa
pernahkah merasa begitu tinggi dengan status tertinggi sebagai seorang pembelajar

Ada status sosial yang begitu berbeda dengan predikat itu. Begitu tinggi.
Ya, mahasiswa identik dengan sosok intelektual, humanis, religius di mata masyarakat.

Predikat “Maha” yang digabung dengan kata “siswa” begitu mengagungkan.
Ada dimensi ketuhanan yang terselip pada status itu. Yang artinya, ada esensi kebenaran absolut.

Dengan dinamika yang dijalani, adakah satu pertanyaan pada diri meragukan kebanggaan itu. Adakah rasa malu, beban, tanggungjawab dengan stereotip yang luar biasa tinggi.

Tanpa memahami benar identitas sebagai seorang Mahasiswa, lucu rasanya membenarkan lalu membusungkan dada dengan pelabelan itu.

Dalam kalangannya sendiri, mahasiswa masih berbeda menafsirkan; apa dan siapa
Penafsiran berbeda itu malah tak jarang menimbulkan konflik.
Wawasan terhadap esensi itu banyak tidak dimiliki mahasiswa.

Dunia kampus sebagai virtual society adalah wadah yang tepat sebelum terjun mengabdi pada lingkungan masyarakat sebenarnya.

Bukankah Mahasiswa memiliki Tridharma Perguruan Tinggi ???.

Yang salahsatu unsurnya adalah pengabdian kepada masyarakat. Bukan melulu soal angka, tapi juga nurani. Bukan melulu soal pengakuan, tapi kepekaan.

Kalau tidak memiliki nilai-nilai itu, sama saja mati suri.


“IPK mengantarkan kita hanya sampai pintu ruang wawancara. Selebihnya adalah urusan komunikasi dan kepemimpinan”
Anis Rasyid Baswedan, rektor Universitas Paramadina.


Tolak Tambang di Balikpapan

BALIKPAPAN - Puluhan aktivis lingkungan hidup yang tergabung dalam Forum Peduli Lingkungan Hidup Balikpapan menggelar aksi long march dan teatrikal serta pembacaan puisi di halaman Gedung DPRD Balikpapan Jalan Jendral Sudirman, Kamis (24/4).


Selain sebagai peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, mereka juga menyuarakan penolakan terhadap rancangan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kaltim sebagai wilayah yang masuk dalam area pertambangan.


"Kami dengan tegas menolak rencana RTRW tersebut, kami menuntut pemerintah segera menyusun perda (peraturan daerah Red) agar punya kekuatan hukum yang jelas." ujar Koordinator Aksi, Fariz Fadhillah kepada awak media.


Ia menjelaskan, Balikpapan harus berkaca dari pengalaman beberapa daerah yang mengalami dampak ekologi akibat kehadiran tambang batu bara, seperti Kukar dan Samarinda.


"Kita tidak ingin kejadian yang terjadi di Samarinda dan Kukar seperti banjir dan bencana ekologi jiga dialami Balikpapan. Lagipula adanya tambang tidak sejalan dengan misi Balikpapan menjadi kota nyaman huni." tegas Ketua Umum Mahasiswa Pencinta Alam Cadas.Com STT Migas Balikpapan ini.


Menanggapi masukan dari aktivis tersebut, anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Eddy Subrata mengaku akan menekan Pemprov Kaltim untuk mengkaji ulang rancangan RTRW tersebut. Mengingat selama ini, baik pemkot maupun DPRD Balikpapan telah berkomitmen menolak kehadiran tambang batu bara di Kota Beriman.


"Kami segera mengkaji penerbitan perda larangan tambang agar ke depan Balikpapan tetap terbebas dari pertambangan," harapnya.


Eddy menambahkan, sejauh ini tercatat sudah ada tiga perusahaan yang pernah menawarkan membuka areal pertambangan di Balikpapan, hanya selalu ditolak.


Penegasan tersebut juga disampaikan sesama koleganya di DPRD Balikpapan, Youtje Rumambi. Menurutnya, aspirasi dari Mahasiswa patut diacungi jempol dan harus dikawal hingga Kota Minyak benar - benar bebas dari pertambangan tanpa pengecualian.


"Wilayah Balikpapan jadi bagian RTRW Provinsi. Ini harus diawasi terus jangan sampai bertabrakan. Bicara kewenangan itu ada di Pemkot Balikpapan,"katanya. "Saya setuju dengan mahasiswa yang juga mau peduli dan mengawasi setiap pembangunan yang bersentuhan dengan lingkungan." sambungnya.


Selain menyoal rancangan RTRW, massa juga mengkritisi minimnya ketersediaan ruang terbuka hijau di Balikpapan, serta beberapa proyek pembangunan di kota ini yang disinyalir tidak pro-lingkungan.


Oleh : Erik Rahul Alfian
(Edited Romdani Kalim Post)

Sabtu, 03 Mei 2014

Butuh 15 Tahun Untuk Terurai



Suatu ketika yang saya dimana saya harus “terpaksa” alfa mengikuti progrem reguler Jumat Bersih, Mapala Cadas.Com---menurut versi saya. Menjadi babak baru bagi saya, ketika wajah garang Ka.Dept Lingkungan Hidup Mapala Cadas.Com tidak sesejuk biasannya.

Seleintingan-selentingan yang kurang mengenakkan mulai digulirkan, apalagi kalau bukan ketika masuk dalam progres pembahasan Jumber dalam evaluasi badan Pengurus Mapala Cadas.Com