Label

Minggu, 29 Agustus 2010

Serba-serbi
Orientasi Pelantikan Mahasiswa Baru (OPMB) 2010
Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi (STT-Migas)
Balikpapan


Tim Mapala CADAS.COM, sesaat sebelum
"unjuk gigi" dihadapan Mahasiswa Baru (Maba)










Nah, it's time to show.
Sekretaris Umum Edwin Agustyan saat pengenalan dihadapan Maba.




Kekompakan, kebersamaan menjadi hal penting bagi kami. Terlihat saat presentasi, rekan-rekan yang lain juga ikut nimbrung.









Motivasi itu penting, untuk menambah semangat. Seperti dilakukan salah satu anggota kepada Maba.






Meski letih mengikuti jadwal OPMB yang padat, Maba putri ini tetap tersenyum saat kamera "menantangnya".





Wah, ternyata "kampus merah" enggak kalah keren. Terbukti, menarik M Dwiki Riza (paling kanan)-pemain sinetron Kiamat Sudah Dekat. Ya, di sinetron itu, Ia memerankan Saprol, bocah nakal yang kemudian menjadi "guru" bagi Fandy (Andre "OVJ" Taulani).




Salah satu Maba ketika bertanya mengenai rutinitas Mapala CADAS.COM.






Nah, kalau yang ini, salah satu "bunga" yang mekar di Mapala CADAS.COM angkatan ke-II. Dibalik sosok "keperempuanannya", Ia juga bisa berubah menjadi "pejantan tangguh".

Catatan Kecil untuk yang paling Bungsu


Sejatinya manusia adalah keselarasan alam.
Yang dengan keberaniannya, mampu menapaki setiap jengkalnya.

Kita ada bukan karena kuat, bukan juga karena kelemahan
Keberadaan kita untuk keselarasan dengannya.

Kata orang, “Alam adalah sekolah terbaik buat manusia”,
Tapi juga bisa jadi hukuman buat kita.

Karena itu datanglah bersahabat dengannya
Bukan untuk menaklukkannya

Itulah mengapa kita naik gunung, mengapa kita harus dekat dengannya
Esensi dari keberadaan kita
Untuk menjaganya


Selamat menempuh pendakian wajib, Anggota Muda Mapala CADAS.COM

Senin, 16 Agustus 2010

BRAVO CADAS.COM


-->
Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan – slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat,kalau ia mengenal akan objeknya
Dan mencintai Tanah Air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat.
Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat.
Karena itulah kami naik gunung.
( Soe Hok Gie,M-007-UI )

"Kami sadar bahwa Gunung Alam beserta Hukumnya adalah sekolah terbaik buat kita sampai Nurani bertanya akankah keindahan dan kemuliaan hadir tatkala mata tak mampu menembus cakrawala"
(Hardi/Oboy, NTA.CC.ALB.0107.001)










”Akankah kita hanya diam melihat keindahan Alam kita ini yang sudah hampir sirna dari pandangan kita..
Tidak terketukkah pintu hati untuk menjaga apa yang telah di amanahkan pada kita semua untuk kita jaga
dan kita lestarikan..”
( Zuiz Chaniago, NTA.CC.07.01.010 )


Ribuan kilo perjalanan dimulai dari satu langkah kecil...
BRAVO CADAS.COM

Catatan lama sang Konseptor


Kegemaran menjelajahi rimba, mendaki gunung, menelusuri sungai, mengamati kedalaman goa, memanjati tebing terjal. Saat ini makin banyak digemari, terutama oleh kalangan muda melalui wadah yang dibentuk baik secara formal maupun informal sehingga memungkinkan penyaluran akan lebih kuat. Berbagai kemudahan baik perijinan, perlengkapan perkumpulan, pelatihan dan sebagainya di kenal di lingkungan masyarakat umum. Semua kegiatan itu, selain memberi kepuasan atau kesenangan kepada para pelakunya, juga mengundang resiko yang tidak kecil. Bahkan mungkin saja merenggut nyawa pelakunya. Kemudahan dalam meningkatkan minat kearah kegiatan ini, tentunya merupakan potensi yang harus diatur, diarahkan dan dikelola secara profesional agar risiko yang tidak kecil ini, dapat dihilangkan atau ditekan sekecil mungkin.


Dalam sebuah perubahan zaman senantiasa melahirkan 2 (dua) kemungkinan tipe manusia. Pertama, mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti perubahan zaman. Kedua, mereka yang mampu masuk kepusat lingkaran perubahan zaman. Kelompok pertama, dihuni oleh manusia yang selalu tampil dengan kementahan nurani, idealisme yang terkoyak dan senantiasa haus akan kebesaran dimata orang lain. Mereka gemar menceritakan kebesaran masa lalu kepada adik-adik mereka. Dengan harapan dapat menanamkan pikiran mereka kedalam pikiran adik-adiknya. Golongan ini, termasuk manusia setengah jadi yang menginginkan kemajuan, sementara jiwa dan sebelah kakinya terpenjara dalam masa lampau, mereka tergilas oleh zaman.
Kelompok kedua merupakan manusia yang mampu mendengar suara nurani, mengerti menempatkan idealisme dan senantiasa gelisah menanti kebesaran dihadapan Tuhannya. Mereka akan membantu adik-adiknya agar tumbuh dengan pikirannya sendiri melalui kisah kebesaran yang mereka miliki. Kelompok ini tidak pernah tersentuh oleh perubahan zaman, karena zaman berada dalam kendali mereka.
Dalam dunia kepencinta alaman, di kelompok pertama menyimpan manusia yang menjadikan alam sebagai obyek aktualisasi diri dan keterampilan sebagai tujuan hidup. Bila berorganisasi mereka dengan tekun merawat panji-panji kesenioran atas dasar paham kebesaran. Lalu berbicara tentang seribu gunung dan sejuta badai untuk menutupi ketidaktahuan. Bila kegunung, mereka berusaha meninggalkan kesan, lalu kembali dengan ketidakmampuan membedakan kebebasan dan liar. Mereka adalah pencinta alam yang tidak pernah memperjuangkan cita – cita pencinta alam. Sedangkan kelompok kedua, berdiam manusia yang memiliki kesadaran bahwa dirinya merupakan bagian dari alam dan seluruh keterampilan hanyalah alat untuk mencapai tujuan hidup. Dalam organisasi, kesenioran tidak lebih dari badut-badut kecil yang menggelikan, mereka tidak perlu berbicara tentang sebuah gunung, tebing dan badai, karena itulah mereka. Tipikal manusia kelompok ini sangat mengerti arti pendidikan dan mampu membedakan antara manusia dan hewan. Berfikir, melihat dan berperilaku dan mereka dapat merasakan, mereka adalah pencinta alam yang tidak pernah kelelahan dalam memperjuangkan cita-cita pencinta alam.

created by Oboy.
editing by Senyap.

TENTANG KAMI




MAPALA CADAS.COM (Carmine Delta Adventurers Community) merupakan salah satu UKM Bidang Minat dan kegemaran yang bersifat sosial dan kekeluargaan serta berasaskan kemahasiswaan yang berdasarkan nilai akademis dan Pancasila serta kode etik Pecinta alam indonesia. Berfungsi sebagai wadah, minat, dan kegemaran mahasiswa di bidang kepencintaalaman di lingkungan STT Migas Balikpapan. Organisasi ini lahir pada tanggal 3 Maret 2007 dengan nama awal CADAS.COM ( Komunitas Mahasiswa Pecinta Alam dan Satwa ) namun dengan banyak pertimbangan kepanjangannya diubah hingga seperti sekarang.
MAPALA CADAS.COM memiliki adventure divisions yang masing-masing divisinya memiliki daya tarik tersendiri bagi para peminatnya, yaitu:
  1. Mountaineering (gunung hutan)
  2. Rock Climbing (panjat tebing)
  3. Caving (susur goa)
  4. Lingkungan hidup
  5. SAR (Search And Rescue)
Anggota Mapala CADAS.COM berasal dari mahasiswa semua jurusan di STT MIGAS Balikpapan. Yaitu, mahasiswa yang memiliki kepedulian lebih terhadap alam sekitarnya dan memiliki keberanian lebih untuk menjelajah setiap pelosok ciptaan Tuhan.
Kode etik Mapala CADAS.COM adalah kode etik pecinta alam se-Indonesia. Mapala CADAS.COM adalah sebuah organisasi kepecinta alaman yang selalu mengedepankan nilai yang sebenarnya akan arti sebuah organisasi. Layaknya sebuah organisasi yang baik, dalam menjalankan roda organisasi, kami selalu berpegangan pada Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga ( AD / ART ) yang telah kami miliki sebagai peraturan dasar organisasi. Sesuai dalam AD / ART, organisasi dijalankan dibawah kendali pengurus. Struktur kepengurusan mempunyai masa bakti satu tahun dengan pucuk pimpinan tertinggi dalam organisasi adalah seorang ketua umum terpilih dalam musyawarah anggota yang diadakan satu tahun sekali. Seorang ketua umum ini dalam melakukan tugasnya dibantu oleh beberapa kepala bidang dan kepala divisi yang mempunyai peran dan fungsinya masing – masing.
Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, saat ini (2011) telah tercatat tiga (3) orang ketua sejak tahun berdirinya. Yaitu :
1. Benny Oktaryanto (2007 – 2008) – Kordinator pelopor organisasi. Ketua Umum Pertama
2. Abram (2008 – 2010)– Ketua Umum Kedua.
3. Muhammad Andy Sofyan (2010-2011)-Ketua Umum Ketiga.
Organisasi ini telah di deklarasikan secara nasional dihadapan seluruh Mapala Indonesia pada Temu Wicara Kenal Medan (TWKM XIX), November 2007. Saat itu, even tahunan ini diselenggarakan oleh Kompas Borneo Unlam, Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Sabtu, 14 Agustus 2010

PDCA IV

Dengan segala persiapan matang, Pendidikan Dasar Cinta Alam (PDCA IV) Mapala CADAS.COM telah dilaksanakan, Desember 2009. Kegiatan ini sangat dinanti, karena melalui PDCA kami akan mendapat saudara baru, anggota baru, pengalaman baru, semuanya baru. Dua hari sebelum pelaksanaan, tim pertama mengawali keberangkatan menuju lokasi yang telah di tentukan. Tentu saja untuk mempersiapkan segala tetek bengek di lokasi kegiatan. Kemudian sehari setelahnya, tim kedua menyusul dengan membawa sebagian logistik.

Persiapan pembukaan PDCA IV

Hari yang dinanti pun tiba. Tim terdahulu pun menyambut peserta dan rekan-rekan lain yang mendampingi. Ternyata kami akan punya 10 saudara baru, 10 saudara yang akan meneruskan organisasi ini.
Setelah semua berkumpul, agenda diawali dengan upacara pembukaan. Kemudian pembekalan dari ketua umum Mapala CADAS.COM. Setelah itu, peserta menjalani serangkaian teori dan simulasi materi yang didapat. Dari susur goa, panjat tebing, navigasi darat, teknik penyebrangan basah, survival dan lain-lain.

Selasa, 13 Juli 2010

Teluk Balikpapan



Akhir bulan Maret hari sabtu kami diajak oleh Stan Lhota dia peneliti dari ceko yang lagi penelitian tentang pesut,duyung,bekantan,dll
Setelah menyiapkan perlengkapan serta perahu untuk menuju TKP (teluk Balikpapan) kami berangkat,waktu yang ditempuh untuk sampau ke tempat camp nya stan lhota membutuhkan -/+ 2 jam.,di perjalanan kami kena hujan sehingga memaksa kami untuk menepi di desa terdekat,sambil menuggu hujan reda kami makan kue perbekalan yang kami bawa sambil bersenda gurau.
kami melanjutkan perjalanan walaupun gerimis masih menemani,ditengah perjalanan kami sesekali bisa menikmati fenomena langka yaitu pesut muncul ke permukaan.dingin rasanya karena baju kami mulai basah ketika kami sampai di camp.gelap gulita di camp peneliti ini.karena kami sampai sudah malam,kami buru22 menyalakan lilin untuk penerangan sementara.
(andai hutan mangrove di teluk Balikpapan seperti ini)
kemudian perut sudah keroncongan kami masak mie serta telur rebus, lumayan mengganjal.setelah makan kami berdiskusi tentang lingkungan yang mengancam di daerah teluk Balikpapan tsb.merasa lelah kami tidur.biar bsk pagi terasa segar,karena mau lihat kondisi bekantan di alam liar.

pagi-pagi kami bangun untuk melanjukan kegiatan,sebelumnya sambil minum kopi dan teh hangat tentunnya.
puas berkeliling kami kembali untuk mempersiapkan diri pulang ke balikpapan....




kami tahu dengan melihat kondisi teluk balikpapan sekarang sangat mengenaskan sekali karena hutan mangrove sudah rusak,habitat bekantan terancam,terumbu karang memperihatinkan.
hati dan pikiran kami berontak apa yang bisa kami lakukan untuk memperbaiki hal ini.

Gunung Rinjani



hari itu tahun 2008 bulan juli perjalanan untuk menapaki puncak gunung rinjani kami lakukan....
setelah persiapan sudah memadai kami berangkat untuk memulai perjalanan itu denagn menumpang kapal (sudah lupa naek apa waktu itu) menuju surabaya,kami diomabang-ambingkan oleh ombak serta pikiran kami yang terus melayang menuju puncak rinjani.hampir 36 jam kami di kapal...kemudian kami merasa sedikit lega karen sudah sampai di surabaya di pelabuhan perak.
sesampainya di pelabuhan perak kami menuju sekertariat mapala universitas Airlangga surabaya, kami berencana untuk membeli logistik serta perlengkapan yang kurang sekalian silaturahmi tentunya...

Dua hari kami singgah sementara,kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju banyuwangi menggunakan kereta kelas ekonomi dari stasiun gubeng jam 4 sore pada waktu itu kami meninggalkan kota surabaya dan samapai di banyuwangi jam 12 malam...capek,letih mulai kami rasakan karen selam di kereta kami berdiri tanpa duduk...(maklum lagi musim liburan).
turun dari kereta kami langsung berlari mencari makan untuk mengisi perut....sambil menunggu kendaraan yang akan membawa kami ke NTB (lombok),sehabis shubuh kami berangkat dengan menumpang truk bayar 60 ribu sudah sampe lombok,lumayan pikir kami.
sampailah kami di lombok dengan hati riang gembira,karena sudah melewati ombak laut bali-lombok yang besar,setelah menginap dirumah teman sehari sambil menyiapkan perbekalan yang kurang.

shubuh kami berangkat untuk memulai perjalanan menapaki puncak rinjani.siang kami sampai di pos registrasi sembalum...setelah mendaftar kami siap melakukan perjalanan ke pos 1.karena masih sore kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2 dan rencana akan buat camp di pos 3.teryata kami sampai di pos 3 tepat pada waktu yang kami perkirakan.
di pos 3 kami cepat-cepat bangun tenda karena dingin sudah mulai menusuk tulang kami,semaleman kami kedinginan.pagi-pagi kami bangun langsung nyalakan kompor portable untuk membuat susu hangat buat sarapan.kami sarapan ditemani susu hangat dan roti...sungguh nikmat walaupun sederhana.
jam 7 kami melanjutkan perjalanan ke camp terakhir untuk istirahat dan melanjutkan perjalanan menuju puncak yang selalu kami impikan.
(saat-saat di puncak,ada bule dari ceko numpang foto)