Label

Jumat, 31 Januari 2014

Putung Rokok Menjadi Musuh Utama

Bicara soal kebersihan tak selamanya hanya bisa bergantung dengan petugas kebersihan, tentu akan lebih efektif  jika dibarengi dengan kesadaran, minimal tidak membuang sampah sembarangan hingga mengakar menjadi budaya bersama.

Untuk itu demi menanamkan budaya akan kepedulian di lingkup kampus, segenap anggota Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) CADAS.COM pada Sabtu (1/2), kemarin berbondong-bondong menyusur setiap


sudut Gedung Kampus I STT Migas Balikpapan untuk memungut sampah hingga membersihkan fasilitas umum kampus seperti saluran air, kantin umum, ruang kelas dan sebagainya.

Bermodalkan peralatan kebersihan sederhana seperti Trash bag, Sapu, Skop dan lainnya, tak sungkan mereka memungut sampah dihadapan warga kampus secara bersama-sama.
“Banyak yang secara kasat mata kita melihat tempat tersebut bersih, namun jika diperhatikan sangat banyak sekali sampah kecil seperti putung rokok dan bungkus makanan ringan, ini yang seharusnya menjadi perhatian,” jelas Rheno Aldian, salah seorang anggota Mapala CADAS.COM.

Meski ukurannya kecil dalam “Sabtu Bersih”, kemarin, putung rokok menjadi sampah yang mendominasi lingkungan di kampus sendiri.

Sepanjang sudut kampus yang berlantai 3 itu,  terutama di sekitaran teras pintu masuk, parkiran, kelas, kantin,  taman maupun bahkan pot bunga yang seharusnya bebas dari sampah pun dengan mudah putung rokok dapat ditemui.    

Kampus sendiri merupakan media beraktifitas bagi mahasiswa, dosen dan karyawan Kampus yang sebagian besar terdiri dari golongan segala usia ataupun remaja, dan tidak dipungkiri  jumlah perokok pun diperkirakan cukup banyak.

“Kalau di sekretariat kami, bagi yang perokok sudah di buat aturan dilarang membuang putung rokok sembarangan. Secara tak sengaja menjadi kebiasaan saya untuk sungkan membuang rokok sembarangan walau diluar lingkungan sekretariat,” ujar pria yang akrab disapa Lipan itu.

Selain putung rokok, selokan maupun saluran air juga menjadi sasaran dalam kegiatan kali ini. Tampak, di beberapa sudut di sekitaran lantai 1 STT Migas, dipenuhi kotoran yang berpotensi untuk menyumbat saluran pembuangan. 
Peduli lingkungan itu Gak perlu perlu rumit asalkan ada kemauan


“Ditambah di beberapa titik juga terdapat air yang menggenang, ini merupakan sumber penyakit yang bisa mengancam aktifitas di kampus. Semoga dengan kegiatan seperti ini kebersihan menjadi perhatian khusus, karena kesehatan akan menunjang kita untuk berpikir sehat,” tutur Pemuda yang kesehariannya menggunakan Vespa ini. 


Diketahui, susur kampus  merupakan program rutin Mapala CADAS.COM dibawah naungan Departemen Lingkungan Hidup. Sengaja digalakkan untuk memberikan semacam pesan moral kepada warga kampus, khususnya Mahasiswa untuk peduli terhadap lingkungan tempat mereka beraktifitas.

Biasanya aksi bersih-bersih kampus ini rutin digelar pada hari Jumat, sehingga dinamakan program “Jumat Bersih”. Meski pada minggu kemarin hari tersebut merupakan Hari Libur Nasional, kegiatan tersebut di alihkan pada Hari Sabtu, sehingga namanya berganti menjadi “Sabtu bersih”.

Dan jika tidak berbenturan dengan hari Libur Nasional aksi bersih-bersih ini akan rutin diadakan setiap hari Jumat mulai pukul 09.00 hingga selesai. "Kalau bukan kita (Mahasiswa), apa hanya petugas kebersihan yang peduli (lingkungan)," ujarnya.



Smile pakdeeee :) "Lumayan nih dapet borongan," ujar pakde
Sebagaimana fungsinya, area tanaman ini bukan sebagai tempat penimbunan putung rokok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar