Tidak
dimungkiri, minimnya dana untuk
berkegiatan merupakan masalah mendasar yang menghampiri setiap organisasi untuk
mengembangkan kegiatannya. Namun akan terus seperti itu, jika dana sudah dijadikan suatu sudut pandang
bersama yang justru memicu rasa pesimisme hingga membungkam kreatifitas para pelakunya.
“Jika setiap organisasi sudah terbentuk maka saya yakin akan dapat suport
dari pihak lembaga, kampus dan pemerintah setempat. Dan lagi pula dana awal (Bank Sampah) hanya untuk memfasilitasi organisasi saja seperti dalam bentuk buku
tabungan member dan timbangan, “ jelas Sultony, Techincal Support
Bank Sampah yang berasal dari Cimanggis.
Seperti kita ketahui, bank sampah adalah
lembaga perbankan yang melakukan transaksi seperti bank konvensional lainnya. Namun
yang membedakannya adalah bank sampah menabung dalam bentuk sampah yang terpilah
dan bersih yang ada nilai ekonominya.