BERDIRI di kampus yang berorientasi pada eksplorasi dan eksploitasi
alam tidak membuat mereka menjadi kerdil. Sebaliknya, dengan pengetahuan
dan pengalaman menjadikan sesuatu yang berharga. Di balik pembangunan
pasti ada kerusakan, sekecil apapun kerusakan itu. Terlebih jika
berbicara industri minyak dan gas bumi. Pengerukan sumber daya alam pun
berimbas pada kelestarian alam.
Untuk itu perlu pengetahuan yang luas tentang cara meminimalisasi
kerusakan. Hal itulah menjadi pemikiran Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala)
Carmine Delta Adventurers Community (Cadas.Com). Berdiri di STT-Migas,
Balikpapan, kampus yang notabene pencetak teknisi perminyakan dan gas
bumi, membuat kehadiran mereka menjadi pembeda. “Awal berdiri, saya
kerap ditanya mengenai eksistensi kami.
“Bagaimana bisa di kampus eksplorasi alam ada Mapala (Mahasiswa
Pencinta Alam)?” kata Benny Oktaryanto, pelopor berdirinya Mapala Cadas.
Dikatakan, antara idealisme dan kebutuhan hidup harus seimbang.
Idealisme sebagai pencinta alam harus tetap ada. Justru keberadaan kami
(Mapala) untuk berperan dalam hal itu.
