Jumat, 28 Juni 2013

Cinta Alam ala Calon Teknisi Perminyakan

BERDIRI di kampus yang berorientasi pada eksplorasi dan eksploitasi alam tidak membuat mereka menjadi kerdil. Sebaliknya, dengan pengetahuan dan pengalaman menjadikan sesuatu yang berharga. Di balik pembangunan pasti ada kerusakan, sekecil apapun kerusakan itu. Terlebih jika berbicara industri minyak dan gas bumi. Pengerukan sumber daya alam pun berimbas pada kelestarian alam.
Untuk itu perlu pengetahuan yang luas tentang cara meminimalisasi kerusakan. Hal itulah menjadi pemikiran Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Carmine Delta Adventurers Community (Cadas.Com). Berdiri di STT-Migas, Balikpapan, kampus yang notabene pencetak teknisi perminyakan dan gas bumi, membuat kehadiran mereka menjadi pembeda. “Awal berdiri, saya kerap ditanya mengenai eksistensi kami.
“Bagaimana bisa di kampus eksplorasi alam ada Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam)?” kata Benny Oktaryanto, pelopor berdirinya Mapala Cadas. Dikatakan, antara idealisme dan kebutuhan hidup harus seimbang. Idealisme sebagai pencinta alam harus tetap ada. Justru keberadaan kami (Mapala) untuk berperan dalam hal itu.

Senin, 20 Mei 2013

Mapala Cadas.Com Berbagi dengan Pasukan Kuning

KEPEDULIAN terhadap petugas Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) ditunjukkan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Cadas.Com Sekolah Tingkat Tinggi Minyak dan Gas (STT Migas) Balikpapan.  Dalam aksi simpatik bertajuk “Thanks for Saving Our Earth” yang digelar, Minggu (19/5), mereka  membagikan 200 paket makanan kepada pasukan kuning, sebutan petugas kebersihan DKPP, yang sedang bertugas.

Dalam aksi tersebut, sekitar 20 anggota Mapala Cadas.Com menyusuri jalanan Balikpapan mulai dari Kampus STT Migas di Jalan Ery Suparjan sampai ke arah Balikpapan Baru berlanjut ke Jalan Ruhui Rahayu -Jalan Marsma R Iswahyudi- Jalan Sudirman, dan finish di Lapangan Merdeka.

"Tanpa kita sadari, sejak dini hari, saat kita masih lelap tidur, petugas kebersihan sudah memerah keringat; membersihkan setiap sudut kota kita dari sampah. Kegiatan sosial ini juga sebagai bentuk kepedulian kami untuk mendukung Balikpapan meraih Adipura," ungkap koordinator acara, Aulia Rachmawati.


Selain kepada pasukan kuning, para mapala juga membagikan paket makanan kepada anak jalanan yang mereka temui di jalan. Mereka berharap, anak-anak jalanan ini dapat mengemban budaya hidup bersih. "Kebersihan dan budaya bersih warga sangat erat kaitannya dengan lingkungan. Jadi siapa saja harus menjaga kebersihan lingkungan di mana mereka tinggal," pungkasnya. (*/hul/tom/k1) http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/20531/mapala-cadas.com-berbagi-dengan-pasukan-kuning.html